Di Tengah Kacaunya Permainan Alur

Siapa yang tidak pernah sekalipun berpikir ingin satu kali saja menikmati ajaibnya alur mundur di dunia nyata? Alur, selalu maju, setidaknya dalam realita, alur mundur hanyalah khayalan yang hanya dapat diekspresikan lewat lamunan. Tidak peduli ada atau tidaknya seribu orang sutradara atau sejuta orang penulis naskah, kita tidak dapat menikmati bebasnya permainan alur yang biasa disuguhkan dunia perfilman.

Padahal, manusia pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, dan bukan sekali manusia menyesalinya, saat itulah, khayalan akan hadirnya mesin waktu atau kekuatan mengembalikan waktu akan mendominasi hari – hari kita.

Permainan alur yang kacau, satu pagi dia tersenyum, mengingat satu tahun dia merasa bahagia lalu kemudian menangis karena sebelumnya dia terpasung, lalu tersipu malu memikirkan hari esok sampai mati dengan sang pujaan, dan itulah kenangan terakhir dia hidup di dunia, dia pun menghembuskan nafas terakhirnya di usia 74.

Pemikiran yang sederhana dan terkesan apatis, tidak pernah bersentuhan dengan dunia khayal yang hanya akan membuat kita gila. Kadang saya sangat ingin menjadi orang seperti itu, pribadi yang jauh dari kemapanan idealisme dan kebrutalan perfeksionisme.

Kemapanan idealisme hanya akan membuat kita selalu merasa tidak puas dengan alur yang sedang kita jalani, dan perfeksionisme hanya akan membawa kita melihat ( hanya melihat ) masa lalu, tanpa menyadari tidak ada lorong waktu untuk menuju ke sana.

Kesalahan, hal indah yang tidak dapat diulang lagi dan hidup adalah sesuatu yang pasti terlewati tanpa kita bisa mengubah konsekuensi dari apa yang telah kita beri aksi. Mengapa kita sebagai manusia sering sekali terjebak dalam permainan alur yang kita ciptakan sendiri? Selalu menyesal, meratapi dan berharap semua hal buruk tidak pernah terjadi? Jawabannya hanya satu, rasa takut.

Terlalu banyak rasa takut yang dapat dirasakan manusia, sangat universal. Rasa takut, dipadu dengan rasa sensitif dan sempitnya pikiran akan menjadi senjata ampuh untuk menjatuhkan mimpi manusia. Manusia harusnya yakin bahwa dimanapun itu, realita atau khayalan, tidak pernah ada permainan alur yang benar – benar dapat membawa kita berlayar ke masa lalu dengan membawa jasad kita.

B.D.W

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.